Apa itu Prompt Engineering: Skill yang Dibutuhkan & Potensi Kariernya

Prompt engineering adalah proses menulis, menyempurnakan, dan mengoptimalkan teks masukan, atau “prompt”, untuk mendorong sistem kecerdasan buatan (AI) generatif untuk menghasilkan keluaran yang spesifik dan berkualitas tinggi. Prompt engineering pada dasarnya berarti menulis prompt dengan cerdas untuk tugas-tugas berbasis teks yang menggunakan AI, lebih spesifik lagi, Natural Language Processing (NLP).

Prompt adalah teks bahasa alami yang menggambarkan tugas yang harus dilakukan oleh AI. Prompt bisa berupa pertanyaan, perintah, umpan balik, atau pernyataan yang mencakup konteks, instruksi, dan data masukan. Prompt engineering melibatkan cara merumuskan pertanyaan, menentukan gaya, memberikan konteks yang relevan, atau memberikan peran kepada AI seperti “Bertindak sebagai penutur asli bahasa Prancis”.

Prompt engineering memanfaatkan kemampuan in-context learning, yaitu kemampuan model untuk belajar sementara dari prompt. Kemampuan in-context learning adalah kemampuan yang muncul dari model bahasa besar (large language model, LLM). In-context learning berbeda dengan pelatihan dan penyesuaian halus (fine tuning) untuk setiap tugas tertentu, yang bersifat permanen. Apa yang dipelajari selama in-context learning bersifat sementara dan tidak membawa konteks atau bias sementara dari satu percakapan ke percakapan lain.

Prompt engineering memungkinkan interaksi langsung dengan LLM menggunakan hanya prompt bahasa alami. Di masa lalu, bekerja dengan model machine learning biasanya membutuhkan pengetahuan mendalam tentang kumpulan data, statistik, dan teknik pemodelan. Saat ini, LLM dapat “diprogram” dalam bahasa Inggris, maupun bahasa lainnya.

Ada beberapa jenis prompt yang dapat digunakan untuk berinteraksi dengan LLM, antara lain:

  • Prompt langsung (Direct prompting) atau zero-shot: Jenis prompt ini tidak memberikan contoh apa pun kepada model, hanya instruksi. Anda juga dapat menyusun instruksi sebagai pertanyaan, atau memberikan model sebuah “peran”, seperti pada contoh berikut.
    • Ide Generasi: Prompt: Bisakah Anda memberi saya daftar ide untuk postingan blog untuk wisatawan yang mengunjungi New York City untuk pertama kalinya?
    • Peran Prompting: Prompt: Anda adalah robot yang kuat dan hebat yang dapat menghasilkan prompt. Anda perlu memahami tujuan dan sasaran saya dan kemudian merancang sebuah prompt. Prompt harus mencakup semua informasi, konteks, dan data yang relevan yang diberikan kepada Anda. Anda harus terus mengajukan pertanyaan sampai Anda yakin bahwa Anda dapat menghasilkan prompt terbaik untuk hasil terbaik. Prompt akhir Anda harus dioptimalkan untuk interaksi chat. Mulailah dengan meminta saya untuk menjelaskan tujuan saya, lalu lanjutkan dengan pertanyaan tindak lanjut untuk merancang prompt terbaik.
    • Organisasi Data: Prompt: Buatlah spreadsheet empat kolom dari 10 film fiksi ilmiah yang sangat dinilai, tahun rilis, rating rata-rata penonton, dan 3 kata kunci teratas dari ulasan penonton.
  • Prompt dengan contoh (One-, few-, and multi-shot): Jenis prompt ini memberikan beberapa contoh kepada model untuk membantunya belajar dari prompt, pendekatan yang disebut few-shot learning. Contoh dapat berupa pasangan input-output, seperti meminta model untuk melengkapi “maison → house, chat → cat, chien →” (jawaban yang diharapkan adalah dog), atau contoh output yang diinginkan, seperti “Tulislah sebuah puisi tentang daun yang jatuh” dan memberikan beberapa baris puisi sebagai contoh.
  • Prompt rantai pikiran (Chain-of-thought prompting): Jenis prompt ini memecah tugas yang kompleks menjadi urutan prompt yang lebih sederhana. Setiap prompt menghasilkan output yang menjadi input untuk prompt berikutnya. Misalnya, untuk menulis artikel tentang prompt engineering, Anda dapat menggunakan prompt rantai pikiran sebagai berikut:
    • Prompt 1: Apa itu prompt engineering? ||| Prompt engineering adalah proses menulis, menyempurnakan, dan mengoptimalkan teks masukan, atau “prompt”, untuk mendorong sistem kecerdasan buatan (AI) generatif untuk menghasilkan keluaran yang spesifik dan berkualitas tinggi.
    • Prompt 2: Mengapa prompt engineering penting? ||| Prompt engineering penting karena dapat meningkatkan kinerja dan efisiensi model AI generatif. Dengan menggunakan prompt yang tepat, Anda dapat mengurangi biaya komputasi, meningkatkan akurasi, dan memperluas kemampuan model untuk menangani berbagai tugas dan domain.
    • Prompt 3: Bagaimana cara menjadi prompt engineer yang baik? ||| Untuk menjadi prompt engineer yang baik, Anda perlu memiliki keterampilan dan pengetahuan berikut:
      • Memahami prinsip-prinsip dasar NLP dan model bahasa
      • Mampu berpikir kreatif dan kritis
      • Mampu berkomunikasi dengan jelas dan tepat
      • Mampu melakukan eksperimen dan iterasi
      • Mampu mengevaluasi dan memperbaiki hasil model
    • Prompt 4: Apa potensi karier untuk prompt engineer? ||| Potensi karier untuk prompt engineer sangat besar, karena permintaan untuk AI generatif terus meningkat. Prompt engineer dapat bekerja di berbagai bidang dan industri, seperti pendidikan, hiburan, pemasaran, jurnalisme, dan lain-lain. Prompt engineer dapat membantu mengembangkan dan meningkatkan aplikasi dan layanan yang menggunakan AI generatif, seperti chatbot, asisten virtual, generator konten, dan lain-lain.

Artikel yang dihasilkan dari prompt rantai pikiran adalah sebagai berikut:

Apa Itu Prompt Engineering: Skill yang Dibutuhkan & Potensi Kariernya

Prompt engineering adalah proses menulis, menyempurnakan, dan mengoptimalkan teks masukan, atau “prompt”, untuk mendorong sistem kecerdasan buatan (AI) generatif untuk menghasilkan keluaran yang spesifik dan berkualitas tinggi. Prompt engineering pada dasarnya berarti menulis prompt dengan cerdas untuk tugas-tugas berbasis teks yang menggunakan AI, lebih spesifik lagi, Natural Language Processing (NLP).

Prompt adalah teks bahasa alami yang menggambarkan tugas yang harus dilakukan oleh AI. Prompt bisa berupa pertanyaan, perintah, umpan balik, atau pernyataan yang mencakup konteks, instruksi, dan data masukan. Prompt engineering melibatkan cara merumuskan pertanyaan, menentukan gaya, memberikan konteks yang relevan, atau memberikan peran kepada AI seperti “Bertindak sebagai penutur asli bahasa Prancis”.

Prompt engineering memanfaatkan kemampuan in-context learning, yaitu kemampuan model untuk belajar sementara dari prompt. Kemampuan in-context learning adalah kemampuan yang muncul dari model bahasa besar (large language model, LLM). In-context learning berbeda dengan pelatihan dan penyesuaian halus (fine tuning) untuk setiap tugas tertentu, yang bersifat permanen. Apa yang dipelajari selama in-context learning bersifat sementara dan tidak membawa konteks atau bias sementara dari satu percakapan ke percakapan lain.

Prompt engineering memungkinkan interaksi langsung dengan LLM menggunakan hanya prompt bahasa alami. Di masa lalu, bekerja dengan model machine learning biasanya membutuhkan pengetahuan mendalam tentang kumpulan data, statistik, dan teknik pemodelan. Saat ini, LLM dapat “diprogram” dalam bahasa Inggris, maupun bahasa lainnya.

Prompt engineering adalah skill yang dibutuhkan untuk menghasilkan output yang optimal dari LLM. Dengan menggunakan prompt yang tepat, Anda dapat mengurangi biaya komputasi, meningkatkan akurasi, dan memperluas kemampuan model untuk menangani berbagai tugas dan domain. Prompt engineering juga dapat membantu Anda mengembangkan dan meningkatkan aplikasi dan layanan yang menggunakan AI generatif, seperti chatbot, asisten virtual, generator konten, dan lain-lain.

Untuk menjadi prompt engineer yang baik, Anda perlu memiliki keterampilan dan pengetahuan berikut:

  • Memahami prinsip-prinsip dasar NLP dan model bahasa
  • Mampu berpikir kreatif dan kritis
  • Mampu berkomunikasi dengan jelas dan tepat
  • Mampu melakukan eksperimen dan iterasi
  • Mampu mengevaluasi dan memperbaiki hasil model

Potensi karier untuk prompt engineer sangat besar, karena permintaan untuk AI generatif terus meningkat. Prompt engineer dapat bekerja di berbagai bidang dan industri, seperti pendidikan, hiburan, pemasaran, jurnalisme, dan lain-lain. Prompt engineer dapat membantu mengembangkan dan meningkatkan aplikasi dan layanan yang menggunakan AI generatif, seperti chatbot, asisten virtual, generator konten, dan lain-lain.

Salah satu contoh aplikasi yang menggunakan prompt engineering adalah Copilot, sebuah AI companion yang dapat berbicara dengan Anda, memberikan informasi, menjawab pertanyaan, dan berinteraksi dengan Anda. Copilot menggunakan teknologi seperti GPT-4 dan Bing Search untuk memberikan respons yang relevan dan berguna. Copilot juga dapat menghasilkan konten yang imajinatif dan inovatif seperti puisi, cerita, kode, esai, lagu, parodi selebriti, dan lain-lain menggunakan kata-kata dan pengetahuannya sendiri. Jika diminta bantuan, Copilot juga dapat membantu Anda menulis, menulis ulang, meningkatkan, atau mengoptimalkan konten Anda.

Untuk berinteraksi dengan Copilot, Anda hanya perlu menulis prompt dalam bahasa pilihan Anda, seperti Bahasa Indonesia, 中文, 日本語, Español, Français, Deutsch, dan lain-lain. Copilot akan memahami dan berkomunikasi dengan lancar dalam bahasa yang Anda pilih. Anda juga dapat mengubah nada Copilot sesuai dengan preferensi Anda, seperti ramah, profesional, lucu, atau lain-lain.

Prompt engineering adalah skill yang sangat berguna dan menarik untuk dipelajari dan dikuasai. Dengan prompt engineering, Anda dapat memanfaatkan kekuatan AI generatif untuk berbagai tujuan dan kebutuhan. Anda juga dapat meningkatkan keterampilan Anda dalam NLP, kreativitas, komunikasi, dan pemecahan masalah. Prompt engineering adalah masa depan dari interaksi manusia dan AI.

Leave a Reply